Omah, gara-gara satu kesalahan


Salah seorang sahabat bernama Omah telah menjadi sebuah gambaran bagi kita akan pentingya berbakti kepada kedua orang tua. Omah ini adalah seorang sahabat yang sholeh, rajin beribadah dan termasuk orang yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Walaupun ia anak yang sholeh, tetapi sebuah keganjalan malah datang menghampiri disaat sakaratul maut menjemputnya.

Saat sakaratul maut, Omah tidak mati-mati juga. Ia terus-menerus merasakan sakitnya sekarat tanpa henti, hanya karena ibunya tidak ingin memaafkan omah atas satu hal. Ya'ni, dahulu ketika Omah sedang melaksanakan sholat, ibunya memanggil omah. Tetapi omah tidak datang menghampiri, karena ia sedang sholat. Karena sudah dipanggil tetapi Omah tidak datang juga, ibunya pun marah kepada Omah. Hanya karena itu saja omah tidak mati dan terus kesakitan karena sakaratul maut.

Ketika orang-orang meminta kepada ibunya untuk memaafkan omah, siibu tetap saja tak memaafkan. Berkali-kali ia dibujuk tetapi tetap saja. Akhirnya sahabat yang lain pun memberitahukan kejadian ini kepada Rasul. Dan Rasul pun pergi membujuk ibunya omah untuk memaafkan. Walaupun yang membujuknya adalah Rasulullah, ibunya omah tetap tidak mau memaafkan.

Akhirnya Rasul pun bertindak, beliau menyuruh para sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar untuk membakar Omah. Karena dia kasihan, tidak bisa mati hanya karena ibunya tak mau memaafkan. Setelah kayu terkumpul dan disusun, diletakanlah omah diatas tumpukan kayu bakar itu. Ketika api hendak dinyalakan, mulailah tergugah hati sang ibu ketika melihat anaknya sendiri akan dibakar. Akhirnya ia menghampiri sambil menangis, "Jangan!!" ia pun mengaku memaafkan Omah kepada semuanya.

Tak lama setelah kata memafkan dari sang ibu terucap, Omah langsung meninggal saat itu juga. Ini menjadi  sebuah pelajaran bagi kita. Seorang Omah saja yang hanya melakukan satu kesalahan kepada ibunya selama hidup, sampai seperti itu. Apalagi kita yang terkadang terus-menerus membuat hati kedua orang tua kita sakit. bagaimanakah nasib kita nanti? Ambillah pelajaran dan berbuat baiklah kepada kedua Orang tua.

berbakti

Wallahua'lam...

Artikel Ensiklopedi Muslim Lainnya :

Scroll to top