Baca Al-Quran dan Lailatul Qodar di bulan Ramadan

nuzulul qur an

Dibulan ramadlan ini, kita diperintahkan oleh Nabi saw “Bacalah oleh kalian Al-Qur an itu dalam satu bulan.” Ini berarti, jika ramadhan berjumlah 30 hari, maka kita harus membaca qur an itu 1 juz dalam 1 hari. Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, “ya rasul, saya lebih mampu dari pada itu”. Rasul pun berkata “kalau begitu, bacalah dalam 20 hari”. Sahabat tersebut menjawab lagi, “saya lebih mampu dari pada itu ya rasul”. Rasul pun berkata lagi, “kalau begitu bacalah dalam 15 hari”. Sahabat tersebut masih menjawab , “saya lebih mampu dari pada itu ya rasul”. Dan rasul pun berkata, “Bacalah oleh kalian dalam 7 hari”. Para sahabat ketika itu semuanya terdiam. Ini berarti mereka para sahabat tamat membaca al-Quran 30 juz-nya itu selama 7 hari. Kalau kita hitung dalam1 bulan, berarti mereka khotam al-qur an sebanyak 4 kali. Itulah para sahabat.

Kemudian di bulan yang suci ini kita biasa menyaksikan disekitar kita banyak orang yang merayakan malam “Nuzulul Qur an”, pada malam ke 17 ramadlan. Ini berdasarkan perkataan Allah dalam surah al-baqarah ayat 185. “Bulan Ramadan adalah bulan yang didalamnya diturunkan al-qur an…” Tetapi jika kita melihat kedalam surah al-Qadr ayat pertama, “Sesungguhnya kami telah , menurunkan (al-qur an) pada malam lailatul qadar”.  Menurut ayat ini al-qur an diturunkan oleh Allah pada malam lailatul qadar. Kapan lailatul qadar itu terjadi?

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dikatakan bahwa dulu Rasulullah hendak memberi tahu para sahabat mengenai kapan Lailatul Qadar terjadi. Akan tetapi, ketika rasul keluar dari rumahnya, para sahabat ketika itu malah pada rebut. Sehingga rasul pun berkata, “Carilah oleh kalian Lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan”. Berarti, berdasarkan hadits tersebut, Lailatul Qadar bias saja jatuh pada malam ke 21,23,25,27, atau 29.

Dikita orang-orang merayakan malam nuzulul qur’an pada malam ke 17, sementara kata rasul al-qur an yang diturunkan pada malam lailatul qadar jatuh pada tanggal 21, 23, 25, 27 atau 29. Berarti ini tidak sesuai dengan sabda Allah dan Rasul. Orang-orang merayakan pada malam ke17, sementara rasul bilang 10 hari terakhir dimalam ganjil. Marilah kita berpikir.

Artikel Ensiklopedi Muslim Lainnya :

Scroll to top