Jenuh dan Malas

Malas
By : Khalid Abu Syadi


      "Hahaha.. lucu bukan.. berbeda dengan manusia.." 

       Orang yang tertidur dan meninggalkan shalat akan berperangai seperti morfinis. Apabila dia menjumpai morfin, ia langsung mengisapnya dan memenuhi rongga dadanya (kecanduan). Ia berperangai seperti kaca; apabila bersua dengan ayat yang berlalu dihadapannya, tiada meninggalkan suatu bekas pun padanya (masuk telinga kiri, keluar telinga kanan). Ia pun berperangai seperti batu; betapapun banyaknya cemeti peringatan ditimpakan kepadanya, dia sama sekali tidak merasakan sakit sedikit pun. 
       Selain itu, andai kata rasa jenuh dan malas melakukan ketaatan diumpamakan seperti besi, dia itu bagai sepotong magnetnya. Seandainya pahala melakukan ketaatan itu hanya sebesar jari, tentulah dia mengiranya-karena malasnya- bagaikan seluas padang sahara dan hutan belantara yang luas.
         Karena itulah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberitakan bahwa setan bertengger di atas kepala seseorang ketika dia tidur, lalu setan memubat tiga ikatan yang tidak dapat dilepas kecuali dengan bangun, berwudhu, dan mengerjakan shalat subuh. 

و الا اصبح خبيث النفس كسلان
                         "Jika tidak, di pagi harinya ia menjadi orang yang berjiwa busuk lagi malas"

      Tidak hanya sampai di situ. Skandalnya bahkan diumumkan pada khalayak ramai, kebusukan maksiatnya tersebar di seluruh kawasan, dan diturunkanlah dari atas kepalanya panji kehormatan dan kemuliaan lalu diganti dengan menaikan panji kehinaan dan kerendahan. Abul Mu'tamir alias Sulaiman ibnu Tharhan at-Taimi telah mengatakan bahwa apabila seorang lelaki dengan nyata melakukan suatu dosa, pada pagi harinya dia menyandang kehinaan dosanya.

Artikel Ensiklopedi Muslim Lainnya :

Scroll to top